Mesin Diesel Legendaris, Durabilitas & Performa Jadi Acuan

Friday, December 28th, 2012 - Car News
Advertisement
advertisement

Mobil bermesin diesel sudah dikenal sejak lama di Tanah Air. Meski kebanyakan diaplikasi pada kendaraan bus dan truk besar, masayarakat sudah paham dengan mesin berbahan bakar solar tadi.

Seiring perkembangan zaman, mesin diesel mulai merambah ke mobil kecil seperti truk engkel, minibus dan jip. Sebut saja Toyota Hi-Ace, Mitsubishi L300 atau Chevrolet Luv, Jeep CJ-7 atau Daihatsu Taft yang sudah wara-wiri di Indonesia sejak ’80-an.

Dari beberapa mobil yang memakai mesin diesel tadi, beberapa di antaranya tak lekang termakan zaman. Dengan kata lain, sampai sekarang mesin-mesin diesel legendaris tadi masih banyak dipakai orang.

Bisa jadi karena memang didesain cukup badak alias tahan banting atau memiliki ketersediaan spare part yang beragam dan terjangkau sehingga menjadi favorit bagi kebanyakan orang. Untuk beberapa tipe masih laku di pasaran seperti Mitsubishi 4D56, Isuzu C223 atau Toyota 13B, papar Haji Amir dari Vriva Motor, Sawangan, Depok.

Malah untuk beberapa tipe mesin yang tak masuk secara resmi ke Indonesia, ada juga yang kerap dijagokan sebagai pencipta daya, macam Toyota 13B-T, Nissan SD33-T atau Isuzu 4JB1-T. Mesin tadi sebagai alternatif untuk mesin asli yang sudah kurang mumpuni.

MITSUBISHI 4D55 & 4D56

Saking terlalu lama wara-wiri di Indonesia, hampir semua orang mengenal Mistubishi L300 yang terlahir dengan bentuk pikap dan minibus.

Mesin andalan versi diesel yang dipakai berlabel 4D55 yang berkapasitas 2.300 cc. Sejak akhir ’80-an, banyak pengusaha atau keluarga mengandalkan L300 karena mesin diesel yang dikenal tahan banting.

Bahkan hingga varian terakhir minibus Mitsubishi bernama Kuda Diesel yang sudah stop produksi akhir ’90-an, masih memakai mesin tipe 4D dengan kode belakang 56 yang memiliki kapasitas 2.500 cc dengan revisi pada bagian kepala silinder.

ISUZU C223 & 4JA1

Meski lahir belakangan, Isuzu Panther yang muncul pada awal ’90-an bisa langsung mengambil hati masyarakat Indonesia. Mesin 2.300 cc berkode C223 ini memang bisa diandalkan untuk niaga maupun pemakaian harian.

Isuzu bukan kali pertama hadir di Tanah Air lewat varian Panther. Bahkan sudah wara-wiri jauh sebelum Mitsubishi L300 diesel melenggang di jalanan lewat varian Chevrolet Luv.

Meski memakai brand Chevy, toh mesin mengandalkan Isuzu 2.000 cc berlabel C190 yang belum direct injection. Sejak 1978, Isuzu merajai jalanan di Indonesia dengan mesin C190 yang kemudian dilanjut dengan varian Luv KBD-21 yang memiliki desain bodi lebih kotak-kotak.

Barulah pada 1992, Isuzu hadir dengan varian Panther yang mengusung mesin C223. Selama kurun waktu 20 tahun, mesin Isuzu dianggap favorit ketimbang 4D56 karena suku cadang dan biaya perawatan yang lebih rendah, papar Mulyono dari Ciputat Diesel di Ciputat, Tangerang.

Tak lama berselang, Panther menggebrak dengan mesin direct injection pada 1995-1996 yang berlabel 4JA1. Berkapasitas lebih besar 200 cc ketimbang C223, desain mesin yang sama sekali beda diklaim lebih bertenaga dan hemat konsumsi solar.

Letak injector pump yang bersebrangan dengan tipe C223, menjadikan mesin 4JA1 memiliki desain kepala silinder yang tak sama seperti C223.

Untuk akselerasi, Isuzu 4JA1 dianggap lebih bertenaga tetapi kalau sudah bicara daya tahan atau durabilitas, C223 lebih unggul, ujar David Ahie dari Top Speed Motor yang pernah bikin Panther 2.5L untuk drag race.

TOYOTA 2L & 13B

Terbilang sebagai pendatang paling bontot karena baru nongol di akhir ’90-an, Toyota Kijang Kapsul juga terbilang sukses dengan varian diesel yang dipersenjatai mesin 2L.

Dengan mesin kapasitas 2.500 cc, tipe 2L tak kalah bersaing dengan mesin kompetitor dari Mitsubishi dan Isuzu karena terbukti Kijang kapsul diesel masih terus menjadi primadona hingga kini.

Kalau tenaga mungkin masih kalah dengan Isuzu Panther 2.5L tetapi komponen dan spare part terjamin. Pakai sejak baru keluar showroom, sampai sekarang sudah 15 tahunan diandalkan untuk wara-wiri, papar Willy Dreskandar, juragan franchise bengkel motor F16 Motor di bilangan Cileduk, Tangerang.

Kalau mau flashback ke era ’80-an, ada beberapa tipe mesin Toyota diesel yang lebih dulu kondang ketimbang 2L. Apalagi kalau bukan 13B yang menjadi mesin bawaan Toyota Land Cruiser BJ40 dan Dyna 100PS.

Mesin 4 silinder berkapasitas besar 3.400 cc ini kerap diandalkan untuk varian jip dan truk karena torsi maksimal yang tak tertandingi. Tenaga yang mencapai 90 dk alias 100 ps dianggap pas untuk membawa bodi Land Cruiser yang terbilang berat. Apalagi tipe 13B-T yang sudah dilengkapi turbocharger. Sayanganya tidak pernah dijual resmi di Indonesia. (mobil.otomotifnet.com)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tags:

posisi nomor mesin panther 1995, letak no mesin land cruiser, letak nomor rangka mitsubishi canter, nomor mesin L300, no mesin isuzu engkel, nomer mesin mitsubishi center, no rangka l300, jual onderdil jeep, jual mesin truk dyna, posisi no mesin truk isuzu, jual mesin l300, jual mesin 13bt, mesin dan rangka taft badak, letak no mesin dan rangka isuzu penter, nomer mesin panther 1995, nomor mesin isuzu panter, letak nomer mesin panther 1995, no mesin mobil panther 1995, modifikasi L300, letak nomor rangka cj7, Posisi no rangka Isuzu chevrolet, posisi nomor rangka mitsubishi l300, Mesin 13b, gambar letak nomor mesin truk dyna, bedah mesin panther, cek nomor rangka l 300, letak no mesin dyna, no mesin tata ace, mesin truk limbahan, Mobil truk legendaris, no rangka mobil L300, modif rangka mobil engkel, tempat nomor mesin l300, modifikasi mesin panther 1996, spesialist spare part sd33, modifikasi mobil truk dyna th 1990 an, tempat gesek no rangka mobil panther 1992, no mesin L300, tempat no rangka mobil prado, mesin mitsubishi ps 100, mesin truk engkel, mesin toyota, mesin 13b dijual, mesin 13bt, mesin bj40, mesin kijang kotak, mesin l300 solar, mesin limbah isuzu 4ja1, tempat nomor mesin mobil isuzu panther 23, mesin mitsubishi l 300

Pictures gallery of Mesin Diesel Legendaris, Durabilitas & Performa Jadi Acuan

advertisement
Mesin Diesel Legendaris, Durabilitas & Performa Jadi Acuan | admin | 4.5